Belajar Bijak dari Filosofi Hidup Kepiting

Di sebuah pedesaan terpencil, masyarakat suka sekali memakan kepiting sawah kecil karena rasanya yg sangat enak. Kepiting tsb ditangkap pada malam hari, kemudian dimasukkan ke dalam wadah tanpa diikat, untuk dimasak dan disantap keesokan paginya.

Hal yg cukup menarik adalah bahwa setiap kepiting akan berlomba-lomba untuk keluar dari wadah sekuat tenaga mereka menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Pemburu kepiting yg handal tidak akan takut kepiting yang tidak diikat tersebut keluar dari wadah karena ia mengerti betul filosofi hidup kepiting yaitu memiliki sifat iri & dengki terhadap sesamanya.

Bila ada seekor kepiting yg mulai naik ke atas, maka teman nya yg lain aka menariknya kembali ke bawah dan begitu seterusnya, sampai akhirya tidak ada satupun kepiting yg dapat meloloskan diri. Hingga keesokan harinya sang kepiting akan tetap utuh berada di wadah dan si pemburu tinggal merebusnya hidup-hidup.\”

Begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang tidak benar.

Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun untuk itu diperlukan jiwa besar untuk melakukannya. Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang.

Iklan

One thought on “Belajar Bijak dari Filosofi Hidup Kepiting

  1. Assalamu’alaikum wr wb, salam blogger, pertama2 saya ucapkan terima kasih sudah mampir di blog saya tentunya sangat berarti bagi teman2 kita, sedikit saya boleh memberikan saran atau pendapat jika berkenan namun demi yang haq saya sampaikan ini.
    filsafat banyak para ulama mengklaim bahwa filsafat adalah ilmu sesat atau boleh dikatakan ilmu yang akan menjurus kepada sesuatu kebebasan dalam pemikiran ( filosof ) tanpa ada satu batasan yang diridhoi oleh Allah Subhanallah wata’ ala. penting saya sampaikan bahwa berbeda dengan al-Quranul karim, Allah menurunkan al-Quran untuk manusia agar manusia punya etiket ibadah( tauhid), tata cara ( fiqih) sebagai manusia yang mulia dimuka bumi ini.yg hanya mengharap ridho Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan Islam.” (QS. Ali ’Imran [3]: 102)
    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzâriyât [51]: 56)
    seorang filosofi dia akan mencampur adukan makna al-Quran dan hadist dan membuat statement sendiri tanpa acuan sandaran sedangkan al-Quran diturnkan oleh Allah SWT, al hadist …semua kata2 yang disampaikan rasulullah saw adlaah benar dan tdk menyampaikan sesuatu kecuali dri malaikat jibril menyampaikan.
    “Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang kamu tidak sekali-kali akan sesat selama kamu berpegang dengan keduanya, iaitu Kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnahku” ( Malik Ibn Anas, Al-Muwatta’ (bersama Syarh Az-Zarqani), Dar Al-Fikr, Beirut, t.th, No: 1727. Hadith dinilai sebagai masyhur oleh Ibn ‘Abd Al-Barr Al-Qurtubi dalam At-Tamhid dan dinilai sebagai hasan oleh Al-Albani dalam Misykat Al-Masabih, At-Tawassul dan Manzilah As-Sunnah. Lihat: Ad-Durar As-Saniyyah. atas talian:)
    “Siapa yang mengerjakan sesuatu amalan (ibadat) bukan mengikut (spesifikasi) cara kami, maka ia adalah tertolak” (Muslim Ibn al-Hajjaj, Sahih Muslim, Dar al-Ihya’ at-Turath al-‘Arabi, 1991, No: 1718.)
    yuk kembali pada tali al-Quran dan hadist agar kita selamat dunia dan akhirat amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s