Lima risiko menikah tanpa cinta

Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat sakral dalam kehidupan seseorang. Pernikahan
yang dilakukan oleh dua orang manusia saling mengikat janji satu sama lain di hadapan Tuhan
berjanji sehidup semati. Namun sayangnya sering kali pernikahan terjadi bukan karena cinta
lantaran karena suatu keadaan dimana seseorang harus rela dijodohkan dengan permintaan
orangtua atau menikah karena terbentur masalah umur.
Pernikahan tanpa adanya rasa cinta sepertinya sangat rentan dengan masalah. Memang ada
rumah tangga yang bisa bertahan dan bahagia meskipun tanpa cinta namun kebanyakan berakhir
dengan perceraian. Orang-orang yang menikah bukan karena cinta biasanya tidak akan bahagia
karena pada dasarnya mencari arti cinta sejati tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama.
Apa saja risiko menikah tanpa cinta?
ketika Cinta Sejati Datang
Cinta ini termasuk cinta yang sangat menyakitkan karena cinta ini sering datang disaat orang yang
dicintai sudah memiliki pasangan hidup. Jadi hal yang harus dilakukan yakni mengubur dan
melupakan semua kisah cinta dan pengorbanan yang sudah dilakukan. Hebatnya rasa cinta ini
akan mengalahkan sesuatu yang sudah dibangun sebelumnya.
Anak Tidak Tenang
Tanpa disadari pernikahan yang dilakukan bukan atas dasar cinta akan berdampak kepada anak.
Sebab rumah tangga yang selalu diwarnai denga keributan kerap kali membuat anak-anak terbawa
ke dalam masalah tersebut. seorang anak akan lebih tenang dengan melihat kedua orang tuanya
saling mencintai. Sebaliknya seorang anak akan menjadi anak yang dingin bila melihat orangtuanya
selalu ribut dan bertengkar.
Kehidupan Pernikahan Hambar
Hidup tanpa cinta seperti sayur tanpa garam hidup rasanya begitu hambar. Tidak ada hal yang
istimewa semua akitivitas berjalan dengan biasa. Semoga keadaan itu bisa cepat berubah agar
bisa saling mencintai karena jika tidak maka kehidupan rumah tangga akan menjadi seperti
layaknya siksaan saja.
Rawan pertengkaran
Bagi pasangan yang menjalankan rumah tangga tanpa saling mencintai akan sering mengalami
masalah. Hal ini lantaran tidak adanya kecocokkan satu sama lain sehingga rentan dengan
pertengkaran. Meskipun rumah tangga akan tetap utuh namun tetap tidak akan merasa nyaman.
Tidak Merasa bahagia
Cinta yang tulus akan datang dari hati akan menjadi sebuah kebahagiaan yang sejati. Orang bijak
mengatakan “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang meskipun uang bisa membeli apapun”.
Sebab sejatinya cinta yang sangat tulus hanya datang dari hati bukan karena keadaan atau
apapun. Hal ini tidak akan terjadi dengan pernikahan yang tidak dilandaskan dengan cinta dan
kasih sayang.
Kesimpulan yang dapat dijadikan sebuah pelajaran yakni sebaiknya memilih pasangan hidup
sesuai dengan hati. Sebab pernikahan yang tidak berdasarkan dengan cinta itu tidak akan bisa
bahagia satu sama lain. Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda justru itu mencari
pasangan hidup yang sesuai dengan tujuan hidup.

sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s