tradisi lebaran moment saling bermaafan

sudah lama tidak update blog, selagi masih suasana lebaran, pertama izinkanlah saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri, taqobal allahu mina wa minkum (mohon maaf lagi kalau salah ejaan) memang agak terlambat saya mengucapkan hal ini, karena minggu kemarin saya terlalu sibuk, tapi ya tidak kenapa, dari pada tidak sama sekali, bukan begitu?

seperti biasa, lebaran selalu diidentikkan dengan saling bermaafan dan silaturahmi dengan keluarga, dan yang lebih penting lagi hidangan ketupat beserta lauk pauknya, ada rendang, opor, sayur, dan sebagainya, hm…banyak sekali daging-dagingan disini, hidangan yang membuat perut jadi melar, benar-benar suasana yang penuh kemenangan (padahal saya sendiri pun belum begitu paham, kenapa disebut hari kemenangan) setelah sebulan berpuasa ramadan, lalu kita sambut hari kemenangan, menang terhadap apa? hawa nafsu?

https://scriptwizard.wordpress.com/2011/08/30/apakah-kita-sudah-menang-di-hari-idul-fitri-menang-atas-apa/

yang biasanya saya dulu dapat angpaw dari orang tua dan saudara, kini gantian saya yang harus berbagi angpaw untuk adik-adik di kampung halaman, mohon maaf lagi adik-adik-ku sayang saya hanya bisa berbagi sedikit angpaw, karena saya harus menabung untuk beberapa keperluan, jangan khawatir, karena tahun depan masih ada idul fitri, kita masih bisa bertemu lagi dan kalian akan dapat angpaw yang lebih banyak (optimis tahun depan bisa bertemu ramadan dan idul fitri)

berbagai ucapan selamat lebaran, datang dari teman-teman, ada yang bernada serius, ada juga yang bercanda, entahlah mereka tulus atau cuma sekadar iseng saja, ini juga yang merupakan salah satu hal yang saya heran, kenapa kita masyarakat indonesia pada umumnya hanya memanfaatkan moment-moment seperti ini (awal bulan ramadan dan idul fitri) untuk saling meminta maaf, karena belum tentu persediaan maaf saya masih ada (bisa saja sudah habis) mungkin ini yang namanya tradisi orang indonesia, kita tahu punya banyak salah, dan tidak langsung mohon maaf, melainkan ditumpuk dulu selama setahun, barulah pada saat moment idul fitri tiba, kita mohon maaf kepada orang-orang yang pernah kita sakiti (hm…dari dulu kemana aja, seakan-akan moment ini dijadikan senjata untuk menghapus dosa mereka, dan kita pun tidak bisa menolak, betul?)

https://scriptwizard.wordpress.com/2011/08/19/hadits-bermaaf-maafan-sebelum-ramadhan-via-moslemsunnah-wordpress-com/

tapi terima kasih atas ucapan kalian, dan tidak semuanya bisa saya balas, saya pun mohon maaf pada kalian semua atas kesalahan yang pernah saya lakukan dulu dan mungkin menyakitkan kalian, mohon maaf lahir dan batin (tulus ga nih atau cuma basa basi aja…)

bicara tentang kesibukan saya di akhir ramadan kemarin, pekerjaan yang telah saya lakukan selama kurang lebih 1 minggu, (sebetulnya sudah dari tahun 2011 yang lalu, vakum selama satu tahun) kini telah berbuah hasil, saya baru saja mendapatkan $5 di rekening wmz, (sekitar Rp. 50,000,-) kecil bukan? ya memang kecil untuk jumlah demikian di zaman yang semakin edan ini, mungkin untuk hal ini akan saya bahas lagi di postingan selanjutnya tentang pekerjaan online

by the way, sekali lagi saya ucapkan taqobal allahu mina wa minkum, selamat hari raya idul fitri 1433 H

Iklan

ikatkan sehelai pita kuning untukku

ikatkan sehelai pita kuning

ikatkan sehelai pita kuning

sudah lama sekali saya mendengar cerita ini, dan tiap membacanya kembali, saya merasa seperti peran utama di cerita ini, ingin rasanya menitikkan air mata, sebuah kisah nyata yang menyentuh hati

If GOD always forgives you, will you forgive the others?

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik. Sayangnya, dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang.

Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih bisa kembali.

Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis,
“Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”
Akhirnya hari pelepasannya tiba.

Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu,
“Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya.

Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya…Dia tidak melihat sehelai pita kuning…tidak ada sehelai pita kuning…tidak ada sehelai…melainkan ada seratus helai pita-pita kuning…bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini dirilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut.

sumber

sebelum anda mengeluh

sebelum kita mengeluh, mari kita coba lihat ke bawah, bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang jauh lebih susah daripada kita

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa nasib kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda, Pikirkan tentang seseorang yang terus memohon kepada Allah SWT untuk diberikan pendamping hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan bersyukurlah kepada Allah SWT bahwa kamu masih hidup

jadi, kenapa kita harus mengeluh, mengeluh itu pasti ada, namun jangan sampai membuat anda menyerah menjalani hidup ini

Life is a gift.
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it… And fulfill it.
Note :
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan.
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya.
It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput sendiri

“Rumput tetangga lebih hijau”. Ungkapan yang berarti bahwa orang lain memiliki
kenikmatan atau kebaikan yang lebih dari pada diri kita. Bagaimana sikap kita ketika
menghadapi kenyataan tersebut? Dengki, iri, atau ikut senang?
Mudah-mudahan tidak ada penyikapan negatif. Berikut ini kemungkinan dan penyikapan
yang tepat saat melihat rumput tetangga lebih hijau…
– Mungkin rumput kita lebih hijau, atau sama hijau dari rumput tetangga, tetapi
rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita memandangnya dari jauh.
Jarak sering menipu pandangan. Bulan yang terlihat indah dengan sinarnya yang kuning
keemasan di malam hari, sebenarnya bila dilihat lebih dekat, adalah sebuah padang tandus
yang berlubang-lubang oleh meteor. Sebuah bukit yang sebenarnya agak gundul, bila dilihat
dari jauh tetap saja terlihat biru.
Semuanya jelas bila dilihat lebih dekat. Bahwa mungkin orang lain terlihat lebih bahagia dari
kita, tetapi ketika kita mengetahui dari dekat kehidupannya, bisa jadi kita akan mengkoreksi
pandangan kita, dan tersadarlah bahwa kita memiliki kehidupan yang lebih bahagia.
– Mungkin rumput kita lebih hijau, atau sama hijau dari rumput tetangga, tetapi
rumput tetangga terlihat lebih hijau karena ketamakan dan kurangnya rasa syukur
pada diri kita.
Rasulullah pernah bersabda “Sekiranya Anak Adam mempunyai sebuah lembah emas ,
niscaya dia akan meminta tambah satu lagi. Sekiranya dia telah mempunyai dua lembah
emas, niscaya dia akan meminta lagi. Tidak akan puas kantong mulut seseorang kecuali jika
sudah penuh dengan tanah” (dalam Jami’ ash-Shaghir karya Suyuthi)
Inilah mental yang menghadirkan fatamorgana. Rasa tak pernah puas menyebabkan kita
melihat segalanya lebih indah dan selalu ingin memiliki. Introspeksilah, dan semoga kita
terhindar dari sifat buruk ini.
– Mungkin rumput kita lebih hijau, atau sama hijau dari rumput tetangga, tetapi
rumput tetangga terlihat lebih hijau karena mental pecundang yang ada pada diri
kita.
Mental pecundang ini berlawanan dengan mental juara. Seseorang yang memiliki mental
pecundang, ia punya rasa rendah diri yang berlebihan. Atau inferiority complex. Selalu
under estimate terhadap dirinya.
Dalam persaingan, orang yang memiliki mental pecundang, akan tersingkir. Ia akan selalu
melihat kompetitornya lebih baik darinya, lalu diikuti dengan rasa pesimis. Kalah sebelum
bertanding. Seharusnya tidak begitu sifat orang mukmin.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali
Imran 139)
– Boleh saja rumput tetangga lebih hijau dari kita, Memangnya kenapa?
Sifat cuek hadir pada saat yang tepat dalam urusan seperti ini. Jangan sifat cuek hanya ada
pada kritik atas kesalahan kita saja. Atau seperti istilah begini: “gw sih asik asik aja… Selama
dia gak nyenggol gw.”
– Rumput tetangga terlihat lebih hijau karena rumputnya dicat oleh pemiliknya.
Kadang kala ada orang yang seleranya melompat dari kemampuannya. Seleranya berada di
kebutuhan tersier, sedangkan kemampuannya berada di kebutuhan primer. Dan orang
tersebut memaksakan diri meraih apa yang ia selerakan. Sehingga terlihat lah ia parlente,
dan mewah. Keadaannya palsu. Hijau rumputnya adalah karena cat, bukan hijau alami.
Jadi, jangan buru-buru takjub lah terhadap orang yang kehidupannya terlihat mewah.
– Alhamdulillah, rumput tetangga lebih hijau. Saya ikut senang.
Rasulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya
seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari-Muslim) Maka melihat saudaranya seiman
memiliki nikmat yang lebih, seharusnya sikap seorang mukmin seperti apa yang telah Allah
ceritakan dalam Al-Qur’an tentang kaum Anshor, “ …Dan mereka (Anshor) tiada menaruh
keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin);
dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun
mereka dalam kesusahan…” (QS 59 : 9)
– Rumput tetangga yang lebih hijau memberi motivasi bagi diri saya!!
Maka telah hadir energi positif, alih-alih energi negative berupa kedengkian. Motivasi seperti
ini adalah bahan bakar yang baik untuk kehidupan.
– Rumput tetangga memang lebih hijau, tapi dibanding tetangga yang lain,
alhamdulillah rumput saya masih lebih hijau…
Dalam urusan akhirat, kita seharusnya melihat ke atas, tetapi dalam urusan dunia, lihat lah
ke bawah. Kalau kesyukuran itu hadir karena perbandingan, maka seharusnya kita lebih
banyak bersyukur kepada Allah, karena masih banyak yang tidak seberuntung kita.
– Biarkan saja rumput tetangga lebih hijau, karena orientasi saya adalah surga dan
keridhoan Allah, bukan rumput.
Ya, seharusnya orientasi seorang mukmin adalah surga dan keridhoan Allah. Allah
berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan
di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS 3 : 14)
Maka seharusnya seorang mukmin sibuk menghijaukan rumput surganya daripada
mengurusi hijaunya rumput tetangganya.
– Asyik.. rumput tetangga lebih hijau. Bisa buat makan si Shaun, domba kesayangan
saya.
Waaa… parah niiih…..

sumber

Lima risiko menikah tanpa cinta

Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat sakral dalam kehidupan seseorang. Pernikahan
yang dilakukan oleh dua orang manusia saling mengikat janji satu sama lain di hadapan Tuhan
berjanji sehidup semati. Namun sayangnya sering kali pernikahan terjadi bukan karena cinta
lantaran karena suatu keadaan dimana seseorang harus rela dijodohkan dengan permintaan
orangtua atau menikah karena terbentur masalah umur.
Pernikahan tanpa adanya rasa cinta sepertinya sangat rentan dengan masalah. Memang ada
rumah tangga yang bisa bertahan dan bahagia meskipun tanpa cinta namun kebanyakan berakhir
dengan perceraian. Orang-orang yang menikah bukan karena cinta biasanya tidak akan bahagia
karena pada dasarnya mencari arti cinta sejati tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama.
Apa saja risiko menikah tanpa cinta?
ketika Cinta Sejati Datang
Cinta ini termasuk cinta yang sangat menyakitkan karena cinta ini sering datang disaat orang yang
dicintai sudah memiliki pasangan hidup. Jadi hal yang harus dilakukan yakni mengubur dan
melupakan semua kisah cinta dan pengorbanan yang sudah dilakukan. Hebatnya rasa cinta ini
akan mengalahkan sesuatu yang sudah dibangun sebelumnya.
Anak Tidak Tenang
Tanpa disadari pernikahan yang dilakukan bukan atas dasar cinta akan berdampak kepada anak.
Sebab rumah tangga yang selalu diwarnai denga keributan kerap kali membuat anak-anak terbawa
ke dalam masalah tersebut. seorang anak akan lebih tenang dengan melihat kedua orang tuanya
saling mencintai. Sebaliknya seorang anak akan menjadi anak yang dingin bila melihat orangtuanya
selalu ribut dan bertengkar.
Kehidupan Pernikahan Hambar
Hidup tanpa cinta seperti sayur tanpa garam hidup rasanya begitu hambar. Tidak ada hal yang
istimewa semua akitivitas berjalan dengan biasa. Semoga keadaan itu bisa cepat berubah agar
bisa saling mencintai karena jika tidak maka kehidupan rumah tangga akan menjadi seperti
layaknya siksaan saja.
Rawan pertengkaran
Bagi pasangan yang menjalankan rumah tangga tanpa saling mencintai akan sering mengalami
masalah. Hal ini lantaran tidak adanya kecocokkan satu sama lain sehingga rentan dengan
pertengkaran. Meskipun rumah tangga akan tetap utuh namun tetap tidak akan merasa nyaman.
Tidak Merasa bahagia
Cinta yang tulus akan datang dari hati akan menjadi sebuah kebahagiaan yang sejati. Orang bijak
mengatakan “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang meskipun uang bisa membeli apapun”.
Sebab sejatinya cinta yang sangat tulus hanya datang dari hati bukan karena keadaan atau
apapun. Hal ini tidak akan terjadi dengan pernikahan yang tidak dilandaskan dengan cinta dan
kasih sayang.
Kesimpulan yang dapat dijadikan sebuah pelajaran yakni sebaiknya memilih pasangan hidup
sesuai dengan hati. Sebab pernikahan yang tidak berdasarkan dengan cinta itu tidak akan bisa
bahagia satu sama lain. Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda justru itu mencari
pasangan hidup yang sesuai dengan tujuan hidup.

sumber

Efek negatif gosip

Seorang wanita mengulang sepotong berita yang memalukan mengenai tetangganya . Dalam
beberapa hari , seluruh desa mengetahui ceritanya. Dan , orang yang diceritakan itu merasa sakit
hati dan terpukul.
Kemudian si wanita yang menyebarluaskan berita buruk tersebut mengetahui bahwa berita itu
betul-betul salah. Dia menyesal dan mendatangi seorang orang tua yang bijak untuk mencari tahu
apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahannya itu .
“ Pergilah ke pasar ,” kata orang tua bijak itu , “ Lalu belilah seekor ayam . Sembelihlah. Kemudian
dalam perjalanan pulang , cabuti bulunya dan buang satu persatu di sepanjang jalan. ”
Meski kaget mendengarkan itu , si wanita melakukan apa yang disarankan kepadanya . Namun, ia
merasa masih belum bisa memperbaiki kesalahannya menyebarluaskan berita bohong itu pada
seluruh penduduk desa. Keesokan harinya , ia kembali mengunjungi orang tua bijak itu dan
menanyakan persoalannya kembali .
Si orang bijak itu berkata, “ Hmm, kalau begitu , sekarang pergilah dan kumpulkan semua bulu yang
kau buang kemarin dan bawa kembali kepadaku .”
Si wanita itu pun menyusuri jalan yang sama dan berusaha mengumpulkan bulu -bulu ayam yang
telah dicabutinya kemarin . Namun, angin telah menerbangkan semua bulu -bulu itu kemana-mana
sehingga mustahillah ia bisa mengumpulkannya semua . Setelah mencari -cari selama berjam – jam,
ia kembali hanya bisa mengupulkan sebanyak tiga potong bulu saja . Si wanita itu kembali
menemui orang tua bijak.
“ Lihatlah!” kata si orang bijak, “ Sangat mudah mencabuti bulu ayam dan melemparkannya . Namun
sangat tidak mungkin menariknya kembali . Begitu pula dengan gosip dan berita bohong . Tidak
sulit untuk menyebarluaskan rumor, namun sekali terlempar , Anda tidak akan pernah secara
penuh memperbaiki kesalahan Anda. ”

sumber